Monday, October 10, 2005

Pengalaman Lucu di Bulan Ramadhan

Ini adalah cerita lucu berkenaan dengan pengalaman di bulan Ramadhan dari seorang teman. Berikut cerita lengkapnya..


PUASAKU….KU TAK BISA LUPAKANMU

MARHABAN YA RAMADLAN, dua yang tahun lalu usiaku masih 16 tahunan, wajar dong jika saat berpuasa aku masih sering memegangi perut yang keroncongan dan berendam selama mungkin di dalam bak mandi. Aku masih inget sekali kalau hari itu adalah H -7 lebaran. Orang tuaku barusan aja berangkat keluar kota. BT sih di rumah sendirian, saat itu perutku mulai keroncongan.

Tak lama kemudian telepon rumahku berdering…saatku angkat muncul suara merdu, ternyata suara itu adalah suara temenku, dia mau ngajakin aku shoping (maklum anak muda,bentar lagi kan lebaran..) tanpa pikir panjang akupun langsung meng-iya-kan ajakan mereka. Ku pikir itu adalah kesempatan emas bagi aku. Saat itu memang sudah dapat dipastikan kalau udara surabaya PANAS, bahkan sangat amat panas. walaupun tenggorokan sudah kering dan perutpun mulai keroncongan kami tetep melanjutkan perjalanan.

Sesampainya disana kami langsung buru-buru masuk untuk mendinginkan badan. Waktu terus berlalu, sudah lebih dari lima jam kami jalan-jalan. Penat dan rasa lapar mulai terasa. Saat melintas di depan kedai makanan perut kami seakan kompak berkeroncongan, hingga kami tak kuasa menahannya. Makanan yang ada disana sudah melambai-lambai ke arah kami.
Dan akhirnya dengan berat hati kamipun memutuskan untuk masuk dan segera memesan makanan. Lima menit kemudian empat buah milky shake chocholate dan empat porsi makanan lezat memenuhi meja kami. Rasanya kami sudah tak tahan lagi ingin menyantapnya. Tapi tidak semudah itu, hati kami tidak bisa berbohong kalau saat itu kita sedang berpuasa. Perut yang semula protes kini jadi bisu. Dan akhirnya kamipun tidak jadi memakannya, dan segera membungkus makanan itu. Karena kami ingat kalau bedug magrib Cuma tinggal empat jam lagi.
Setelah itu kamipun pulang kerumah masing-masing. Aku kembali sendirian, Karena capek dan laparpun sudah tidak bisa di tahan aku mencoba untuk memejamkan mataku sebentar hingga akhirnya akupun bisa tertidur. Saat aku terbangun kuliat jarum jam masih ada di angka lima, akupun tidur lagi.

Entah apa yang membuatku tertidur sangat nyenyak. Waktu itu, rasa capek sudah hampir tidak terasa, tinggal perutku yang kelihatannya kosong, aku terbangun untuk yang kedua kalinya. Aku lihat suasana masih gelap. Hatiku serasa bahagia sekali karena akhirnya aku akan segera berbuka. Aku tak sabar untuk menyantap makanan yang tadi sudah kubeli. Tak lama ketika aku hendak membuka lemari es, terdengar suara ayam berkokok di teligaku, hatiku mulai terasa tidak nyaman. Saat mata ini melirik ke arah sebuah jam dinding kuliat jarum sudah ada di angka lima kembali.
OMG(ooooohhhh….my…god…) Aku tidak percaya hal ini, kubuka mataku lebar-lebar,ku usap-usap mataku. Dan ternyata aku memang tidak salah lihat, saat itu memang sudah jam lima pagi. Tubuhku saat itu seakan tak bertulang. Kejadian itu benar-benar luar pikiranku. Lengkap sudah penderitaanku, Akhirnya aku harus berjuang untuk menahan perut yang keroncongan ini selama dua belas jam lagi…….

1 Comments:

At 12:08 PM, Anonymous Anonymous said...

mbujuk

 

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home